[JDorama] Ando Llyod

Matsushima Reiji - Ando Asahi

[KDrama] School 2013

Go Nam Soon - Park Heung Soo. OH BROMANCE!

Showing posts with label Heirs. Show all posts
Showing posts with label Heirs. Show all posts

Thursday, December 5, 2013

[KDrama] Heirs Episode 2



Sebagaimana aku ingin drama ini segera berfokus di Korea saja, ternyata ada perkembangan yang cukup terlihat antara Tan dan Eun Sang saat mereka di LA.

Heirs Episode 2 Recaps: 




Setelah meninggalkan Eun Sang tanpa paspor, Tan kembali menyusul. Menawari Eun Sang untuk menginap dirumahnya. "Apa tempatmu lebih aman dari ini?" tanyanya. Tan tidak tahu, tapi yang jelas tempatnya lebih bagus.

Eun Sang akhirnya mau dan langsung terkejut begitu masuk kerumah Tan  yang megah. Ia celingukan melihat jika ada anggota keluarga lain. Tan tinggal sendirian, dan makin membuat Eun Sang waspada. Ia merubah nada bicaranya menjadi formal (jondaemal), "Siapa anda? Pengedar narkoba? Mafia mungkin?"




Tan malah memanfaatkan ketakutan Eun Sang sebelum ia tunjukkan kamar untuknya menginap. Eun Sang duduk dalam kamar memikirkan kejadian gila hari ini dan menyadari kalau seharian ini belum makan. Eun Sang pergi mencari makanan di kulkas dalam gelap. Tapi hanya temukan makanan kaleng dan minuman energi.Tan menemukan Eun Sang makan dalam kegelapan, gadis itu bersumpah ia hanya makan makanan yang telah kadaluarsa (what!?), ia berjanji akan membayarnya dan menaruh 5 dollar di meja dapur.



Tan keheranan bagaiman bisa Eun Sang mampu makan barang kadaluarsa. Ia bertanya nama Eun Sang, tapi hanya mendapat jawaban terima kasih. Tan berkata jika menolongnya adalah  repay, karena teman bule gilanya telah merusak bubuk gandum milik ibu Eun Sang.

Won, kakak Tan yang juga presiden dari Jeguk akan mengadakan perjalanan bisnis ke Amerika. Sekretaris Yoon (ayah Chan Young) berkata bahwa Presiden Choi (ayah Young Do) menelepon untuk menginap di salah satu hotelnya. Won menyebut Pres Choi bersikap baik sejak adanya pertunangan dengan presiden RS (ibu Rachel). Sekretaris Yoon berhenti mendengar ibu Rachel disebut. Won lanjut berkata dengan sinis bahwa Yoon masih saja loyal pada ayah dan tak ragu untuk menunjukkannya.



Ayah Tan, pemilik Jeguk, sedang ngobrol dengan mantan istri keduanya, Jung (istri kedua yang tak miliki anak), Chairman Kim seorang tua yang duduk di kursi roda. Jung menyuruhnya berhenti bersikap baik, itu tak akan membuat Jung menghapus namanya sendiri di kartu keluarga. Chairman Kim tak ada niatan untuk mendepak istri keduanya. Bagaimanapun juga, dialah yang membawa Madame Han kerumahnya. Jung membalas sinis, lebih baik dibawa kesini daripada sembunyikan skandalnya diluar rumah.



Sementara itu, ibu Tan, Madam Han menguping pembicaran mereka. Won datang memergoki, tapi sepertinya hal itu sudah biasa terjadi di rumah ini. Madam Han bersuara keras mengumumkan kedatangan putra pertama itu, ia bilang pada Won kalau ibunya ada disini (ibu tiri). Won menjawab dingin bahwa ibunya tak ada dirumah ini. Tak kalah sinisnya, Madam Han balik katakan, "Fine. Ahjumma. Ahjumma yang membesarkanmu disini! Dan ahjumma satu ini (dirinya) akan pergi."

Won masuk ke ruangan, terlihat bahwa hubungannya dengan sang ibu (tiri) tak begitu baik. Ibu Jung mengingatkan bahwa dialah yang membesarkannya selama 10 tahun.. yang dijawa Won dengan "maaf aku hanya bisa bersikap seperti ini meski telah kau besarkan selama 10 tahun."

Chairman Kim mendinginkan keadaan, ia memberitahu Won mengajak Tan untuk pertemuan bisnisnya di LA. Won menolak, namun ayah mengingatkan perusahaan ini belum menjadi miliknya. Jadi harus nurut.

Madam Han dan Madam Jung yang seorang rival ternyata mempunyai hubungan yang tak begitu canggung kendati memang sama-sama judes parah. Madam Han bertanya tentang pertemuan dengan ibu Rachel yg akan datang, karena ini adalah masalah besanan  dan ia harus tahu.



"Siapa besanmu? Tan adalah ANAKKU, lupa ya?" pelotot Madam Jung. Hmm jadi Madam Han dianggap 'cuma' ibu biologis Tan. Dunia tak tahu siapa dia. Madam Han menyerang balik, Tan akan senang melihat ibunya diperlakukan seperti ini. Tak mau kalah, Madam Jung menyindir dipanggil Madam sekian tahun telah membuatnya berpikir dia adalah nyonya rumah ini. Namun bagi Madam Jung, dia tak lebih dari selir suaminya. Ouch!

Tan menulis "tas wanita lain, rumah wanita lain, suami wanita lain... wanita malang yang menghabiskan hidupnya menginginkan milik orang lain. Orang itu adalah..." teleponnya berdering dan "Mom" tertulis di layar.

Eun Sang menelepon ibu. Sambil berkaca-kaca berbohong kalau unnie hidup enak di California. Ibu menjawab dengan mengetuk layar telepon. Tan mencuri dengar percakapan Eun Sang di telepon. Di tangannya ia bawa sepiring sandwich.

Tan serahkan scandwich itu dan menyadari uang yg berada di meja lampu tidur. Eun Sang berkata itu untuk membayar biaya telepon. Menurut Tan, Eun Sang menghabiskan uang seenaknya, gadis itu menyerahkan Penangkap Mimpi sebagai tambahan pembayaran kamar.




Eun Sang berkata benda itu menyaring mimpi yg buruk dan mimpi indah akan lewat melalui lubang di tengah. "Apa ini juga bisa mimpikan wanita cantik?" tanya Tan, ia gantungkan Penangkap Mimpi di pintu. Tan melihat Eun Sang dari balik kaca menaruh apa saja untuk menghalangi pintu kamar.

Paginya Eun Sang bangun dan melihat pemandangang terindah dari rumah Tan, yang melihatnya di kejauhan. Tan terpaku ketika Eun Sangmenoleh dan tersenyum padanya. Oh that look.



Tan akan pergi ke sekolah. Eun Sang lega Tan ternyata bukan seorang drug dealer, ia lalu mengambil barang-barangnya untuk pergi. Tan menahannya dengan berbagai alasan— kafe unnie bekerja buka siang hari dan tak ada bus di dekat sini— Tan menyarankan untuk ikut ke sekolah, Eun Sang pasti ingin melihat sekolah orang Amerika. Jadilah mereka pergi. Tan menginjinkan Eun Sang melakukan hal yg sedikit memalukan, mengeluarkan tangannya di mobil. Ia tersenyum melihat gadis itu menikmatinya.




Tan melihat Eun Sang duduk di luar melalui jendela kelasnya, profesor menerangkan tentang kata-kata terindah di Bahasa Inggris, dan 'ibu' jadi top survey. Tan terdiam.

Meski Tan sudah kerjakan esaynya, ia tak mengumpulkan tugas itu ke profesor. Ia menemukan Eun Sang sedang memperhatikan sekelompok perempuan Korea memasag flyer sebuah party dengan perasaan iri karena mereka memiliki orang tua mapan. Tan meyakinkannya kalau pesta itu tak menarik.



Eun Sang berterima kasih dan ucapkan selamat tinggal pada Tan, ia akan mencari unnie sendiri. Tan memutuskan untuk bolos dan menemaninya. Namun kabar buruk, menurut kafe unnie sudah berhenti bekerja dan keluar kota.



Mantan pacar unnie muncul, marah karena unnie membawa lari uangnya juga. Saat ia menuntut Eun Sang untuk mengembalikan, Tan membelanya. Tetapi 2 teman pria itu muncul untuk mengeroyok, segera saja Eun Sang menarik tangan Tan dan lari. Adegan kejar-kejaran itu cukup konyol, namun Tan cukup senang dengan acara pegangan tangan dan lari itu.

Rachel marah di hotel tempatnya menginap karena Tan masih mengacuhkan teleponnya. Saat ada telepon masuk, ia percaya Tan akhirnya luluh juga. Tapi panggilan itu dari ibunya. Hehe. Ibu mengira Rachel sudah bersama Tan dan sarankan untuk memberitahu perihal tunangannya dengan ayah Young Do— bukankah ia berteman baik dengan Yound Do? "Mereka bukan teman," jawab Rachel dingin.

Di Seoul, Young Do tiba di hotel sang ayah dengan motor barunya, siap bekerja mencuci piring. Sepsang chef menggosip bahwa Young Do telah melakukan hal ini setiap liburan sekolah, perintah dari ayah untuk mempelajari bisnis hotel dari tingkat bawah jika dirinya akan mewarisi  hotel suatu saat nanti.



Young Do menurut, tetapi melakukannya dengan sangat tidak ikhlas. Manager memberitahunya kalau ada kepala jaksa sedang makan disini, dan Young Do berkata menjamu mereka lebih baik daripada mencuci piring.



Kepala jaksa sedang makan dengan keluarga, anaknya, Lee Hyo Shin (Kang Haneul) meyakinkan ayah dan kakek ia bekerja keras mempersiapkan diri untuk ujian kuliah. Melihat atmosfirnya, kegagalan bukanlah pilihan dalam keluarga ini.

Young Do masuk ke dalam ruangan untuk menyambut mereka. Keluarga Lee memuji sikap Young Do. Namun melihat ia menuangkan air ke Hyo Shin, terlihat sekali bahwa keduanya memiliki sejarah. Young Do mengisi gelas hingga penuh, menurutnya Hyo Shin haus sekali.

Beberapa menit kemudian, Hyo Shin mengetuk pintu kamar Young Do (ia tinggal di hotel) untuk meminjam kamar mandinya sebentar, dan langsung memuntahkan isi perutnya di toilet. Ugh.



Mereka tak akrab, namun saling kenal, Yound Do sepertinya tahu kebiasaan Hyo Shin. Memanggilnya dengan Sunbae, tapi tak begitu hormat. Ia bertanya kenapa jauh-jauh untuk membuang makan siang di kamarnya. Hyo Shin menjawab lebih baik disini daripada nanti bertemu ayah di toilet.

Di LA, Tan masih menghindari telepon dari Rachel sementara Eun Sang membeli kopi. Setidaknya Eun Sang ingin satu kenangan indah disini, meminum americano di Amerika. Tan menyela, bertanya apa Eun Sang sungguh tak memiliki kenangan bagus. Tan terdiam akan perkatannya. Eun Sang mengganti topik bicara.

Eun Sang melihat sekelompok orang foto bersama, dan muncul ide bagaimana ia akan pulang nanti. Ia mengirim pesan Chan Young secara online, karena ia tak ingat nomer teleponnya.

Tan mengintip pesan itu, bertanya apakah dia pacar Eun Sang (boyfriend), Eun Sang menjawab ia adalah "boy" dan "friend". Ta tak mengerti bagaimana temannya itu akan membantu Eun Sang, dia saja tak tahu dimana teman itu sekarang. Eun Sang berteriak membela diri, "Dia ada di hatiku!" Tan terlihat cemburu.

Tan menurunkan Eun Sang dirumahnya, dan menyerahkan kunci rumah sementara dia kembali dengan taksi untuk mengambil mobil. Di jalan, Tan melihat-lihat akun Eun Sang yang masih terbuka. Ia akhirnya tahu nama Eun Sang dan melihat postingan miliknya.



"Aku harap Fredy dan Jason baikan," dan "Aku tak mau pergi kerja hari ini. Hujan di musim semi, harusnya aku menonton Texas Chainsaw Massacre." Tan menemukan wajah Chan Young dan membayangan percakapan mereka di benaknya. Lalu ada satu postingan yg membuatnya terkejut, "Aku benci melihat ibuku susah. Kuharap Jeguk Group bangkrut."

Polisi menemuinya dan menyerahkan paspor Eun Sang.

Di Seoul, Bona cemberut karena teleponnya tak pernah dijawab Chan Young, apa mungkin kekasihnya telah menemukan gadis Amerika. Youn Do melihatnya histeris dan menggoda kalau Bona terlihat cantik jika marah.

Kali ini Chan Young menjawab telepon, Bona bertanya kenapa ia tak beri komen di foto selca-nya (online). Chan Young matikan akunnya agar bisa belajar. Namun ia buka juga saat dipaksa Bona, saat itulah ia membaca pesan Eun Sang.

Eun Sang mengepak barangnya dan menuju ke atas saat Rachel tiba-tiba muncul. O-oh. Mereka ingat pernah berpapasan di bandara. Rachel lebih tertarik untuk mengetahui apa yg dilakukan gadis itu di rumah tunangannya.

Eun Sang merasa aneh, pemilik rumah ini masih sma. Rachel menjawab mereka telah bertunangan saat berusia 17 tahun, dan itu masih belum menjawab pertanyaannya. Ia sadar bahwa Eun Sang telah menginap dan itu membuatnya menendang koper Eun Sang ke bawah, ia suruh buka, memastkan tak ada barang dirumah yg telah dicuri.




Eun Sang hampir menangis harus kembali merapikan barangnya, ia duduk di luar tanpa tahu harus pergi kemana.

Bona kembali panik, kenapa tak ada reaksi dari Chan Young padahal sudah lewat 2 jam. Ya ampun. Young Do kembali menggodanya, putus saja dengan Chan Young dan mulai kencan dengan Myung Soo. Young Do masih bercanda hingga nama Tan disebut. Bona memperingatkan Myung Soo, apa tidak apa-apa, yang ia tahu Young Do tak suka nama Tan disebut-sebut.




Eun Sang pergi membeli tiket, tentu saja tak cukup dan ia juga tak pegang paspor bahkan untuk pre-order.

Saat pulang, Tan mencari Eun Sang. Rachel yang tak bertemu dengannya selama setengah tahun, dan itu yg bisa Tan tanyakan padanya? Tan menyahut santai, "Kau tambah cantik," dengan nada datar.



Ia mengeluh saat tahu Rachel memberitahu tentang pertunangan mereka. Ketika Rachel bertanya kenapa ia tak menjemputnya di bandara, Tan yg tak repot-repot membuka mata beralasan kalau bandara terlalu jauh dan panas. Lalu kenapa sejak awal ia setuju bertunangan? "Agar nanti aku tak menikahimu."

Eun Sang memencet bel rumah Tan, Tan membentak kenapa ia pergi tak bilang-bilang. Eun Sang kemari untuk mengambil kartu polisi itu agar bisa mengambil paspornya. Namun sebelum Tan sempat berkata bahwa ia telah memegang paspornya, Rachel menjawab bahwa ia telah membuang kartunya di sampah.

Eun Sang mencarinya di tempat sampah. Rachel kembali ke bawah untuk mengambil tasnya saat mendengar bunyi dari telepon Tan dan membaca pesan & nomer telepon dari Chan Young.

Tan menyusul Eun Sang di tempat sampah dan bertanya apa ia menangis. Eun Sang berusaha untuk tidak menangis, tapi bagaimanapun keras ia berusaha untuk lari dari kehidupannya, disinilah ia, kembali di sebelah sampah. Ia menangis ceritanya tak berubah.




Tan meminta maaf dan memberikan paspornya, ketika 2 preman tadi muncul. Mereka kembali bergandengan tangan dan lari.



Mereka masuk ke sebuah bioskop untuk bersembunyi. Eun Sang menikmati film namun tak mengerti dialognya. Tan mengartikan dialog itu untuknya, "Wanita itu bilang, 'Jika aku harus mempercayaimu, aku harus harus tahu siapa engkau.'"

Lalu Tan membuat dialognya sendiri, "Wanita itu berkata ia bertemua seseorang kemarin. Namanya Cha Eun Sang." Eun Sang heran kenapa ia tahu namanya.

Tan: "Tetapi ada sesuatu yang membuatku penasaran, mungkinkah..aku.. menyukaimu?"




Heirs Episode 2 END


Komentar:

Seperti aku bilang tadi, ada perkembangan yg cukup terlihat antara Eun Sang dan Tan. Setidaknya Tan sudah menunjukkan ketertarikan pada Eun Sang. Sementara Rachel akan menjadi 'lawan' yang sangat sulit untuk heroine kita.

Konsep pria kaya- perempuan miskin memang selalu menarik sejak jaman Cinderella. Awalnya yang aku mengira ini bakal menjadi Gu Jun Pyo 2.0 ternyata tidak, penulis drama ini, Kim Eun Sook selalu membuat heroine yang lemah (setidaknya begitu menurutku) dan terlalu jomplang dengan hero-nya.

Young Do kelihatannya jadi pemuda dengan karakter kasar, atau berperilaku kasar untuk kepuasannya sendiri. Ada juga Hyo Shin, masalah yang dialaminya terlihat misterius dan yg pasti super kompleks. Dan tentu masih ada beberapa karakter yg belum muncul. Butuh beberapa episode untuk mengeluarkannya semua. Dan kendati ada perkembangan antara Eun Sang dan Tan, aku pikir drama ini bahkan belum separuh  menyelesaikan intronya.

Aku kasihan lihat Eun Sang mengasi di sampah sambil menangis, tapi aku juga agak kesel. Writer drama ini konsep jomplangnya, membuat karakter Eun Sang yang sudah di bawah semakin terseok-seok. Dan satu lagi, rumah Tan di Malibu, dan mereka berlari all the way to Hollywood. What the hell? Aku belum pernah kesana, tapi 2 lokasi itu pasti gak deket. Hehe. Whatever lah.




Friday, November 22, 2013

[KDrama] Heirs Episode 1



Seperti yang sudah saya bilang postingan sebelumnya, saya akan (upayakan) merekap setiap episode drama serial Korea terbaru, The Heirs. Atau cukup Heirs. Oiya, serial ini tayang setiap hari Rabu dan Kamis di SBS. Untuk saya yang selalu nunggu unggahan di forum kesayangan, baru bisa nonton paling lambat Jumat. Kalau untuk rekap sih, tolong jangan terlalu ditunggu-tunggu. Bisa cepet bisa juga lama atau bahkan lupa. Hehe. Semoga nggak ya. Harap maklum.

Oke, here we go. Episode pertama kita sudah diperkenalkan dengan para cast Heirs yang seperti saya bilang, fresh. Dan saya percaya perkenalan tokoh nggak cuma sampe episode awal saja. Karena pemeran di serial ini buanyak. Untuk plot, bagi kedua hero dan heroine cukup berjalan cepat kendati di ceritanya sendiri ternyata masih tak begitu jelas. Ini berdasar kejelian saya dalam membaca subtitle yang kadang cukup diragukan, tapi saya akan berusaha jelaskan posisi dan peran tiap tokohnya (lagi-lagi harus maklum karena subtitle Bahasa Inggris).

Heirs Episode 1 Recaps




Adegan dibuka dengan pemadangan Kim Tan (Lee Min Ho) sedang surfing di sebuah pantai di Cali. Bersama teman-temannya. Terlihat bahagia. Tapi entah setelah adegan pindah ke kamar mandi, Kim Tan terlihat goomy. Seperti menyembunyikan perasaan asli didepan teman-temannya. Ternyata dinarasikan (oleh Kim Tan sendiri, dalam hati) kalau saran keluarga, khususnya dari kakak, Kim Won (Choi Jin Hyuk) untuk melanjutkan sekolah di Amerika hanyalah sebuah siasat dari sang kakak agar mewarisi kekayaan keluarga untuk dirinya sendiri. Dia didepak. Sang Kakak kini menduduki posisi sebagai presiden dari Empire Group (Je Guk)

Kim Tan duduk termenung di sebuah cafe tak jauh dari pantai, seorang cewek (Yoon Jin Seo) menawarinya kopi berbicara menggunakan bahasa Korea. Salah satu teman surfing yang aktingnya buruk sekali bertanya bagaimana perasaan Tan pada keluarganya? Apa enak tak ada satupun yang membelanya? Kim Tan hanya menjawab sambil lalu "Aku terlalu malas untuk benci pada mereka."




Selanjutnya Choi Young Do (Kim Woo Bin) terlihat membully teman sekolahnya. Yang bikin ngeri adalah bukan lemparan bola atau dipukuli, tapi ancaman Young Do, yang menurutnya apapun yg akan korban lakukan, nasibnya sudah tercetak: hidup si korban akan tetap seperti ini dan suatu saat dia akan menjadi bawahan Young Do. Ngeri juga liat Kim Woo Bin, dia cukup impresif di School 2013.




Pertemuan pertama Young Do dengan sang heroine, Cha Eun Sang (Park Shin Hye) di sebuah dealer motor, dimana Eun Sang sedang mengirimkan makanan. Kendati sama-sama belum mengenal. Saya pribadi suka dengan karakter Eun Sang, cewek tangguh yang memiliki kerja paruh waktu banyak. Dia tak terima begitu saja kalau ada seseorang yang meremehkannya.




Eun Sang punya teman masa kecil, Yoon Chan Young (Kang Min Hyuk) teman sejak kecil yang sudah punya pacar mengunjungi kafe tempat Eung Sang kerja. Ia sarankan temannya itu untuk segera mencari pacar, dibalas dengan cemooh bahwa tiap saat tak hasilkan uang adalah saat sia-sia.Yang saya suka lagi dengan Eun Sang, saat Lee Bo Na (Krystal), pacar Chan Young, putri dari pemilik Mega Entertainment datang dengan muka bete, marah dan memperingatkan Eun Sang untuk tak mendekati pacarnya. Eun Sang tak terlihat tersinggung, Bo Na yang cantik dan Eun Sang yang biasa saja tak perlu khawatir tersaingi. Bo Na mencibir dan menyatakan pada Chan young kalau ia sangat benci dengan Eun Sang. Kendati Bo Na akan terus whining seperti itu, Chan Young dan Eun Sang  sama sekali tak merasa hubungan pertemanan mereka akan berubah. Cool.

Eun Sang menumpahkan kekesalannya terhadap Bo Na pada Unnie lewat mesin penjawab telepon, baginya unnie yang ada di Amerika hidup jauh lebih enak daripadanya. Kita tahu bahwa unnie tercinta adalah waitress yang melayani kopi Kim Tan tak lama lalu. Dan terlihat jauh dari kondisi hidup enak. Malah sedang terlibat adu mulut dengan pacar bulenya pake bahasa Inggris yang super awkward. Kadang geli sendiri dengar orang bukan native English berakting pakai dialog English.

Chan Young punya hubungan baik dengan sang ayah (kelihatan dari kegiatan masak makan malam bareng). Ia akan sekolah ke Amerika, Bo Na tentu sudah tahu rencana tersebut, tapi teman kecilnya Eun Sang belum.



Sementara ibu dari heroine kita adalah seorang PRT di rumah keluarga Tan. Ibu itu seorang bisu, bercakap-cakap dengan Madam Han ( ibunda Kim Tan) pakai notepad yang selalu disimpannya di saku. Kedengaran klasik, Madam Han dan sang kakak Kim Won tak memiliki hubungan baik. Bukan ibu-anak, tetapi Won punya kekuatan atas Madam Han.

Eun Sang marah dan merasa terhina saat ibunya pulang membawa sisa makanan Madam Han (atau satu hidangan utuh, karena Madam Han sama sekali tak menyentuhnya akibat bete dengan Won). Ibunya minta maaf dan tak akan memakannya, bagus sih jika seseorang punya harga diri yang tinggi, tapi jelek kalau sampai berteriak ke ibu.



Ibu yang meminta tolong Eun Sang untuk mengirimkan sejumlah uang banyak untuk unnie di Cali memberitahu kalau unnie akan menikah dan uang itu untuk beli perabot rumah. Eun Sang shock, selain berpikir betapa beruntungnya nasib sang kakak, ia juga kaget karena mereka tak perlu ke Amrik untuk menghadiri pernikahan. Eun Sang tak terima dan memtusukan untuk mengirim uang itu langsung ke orangnya dan datang ke pernikahan. 


Pernikahan juga merupakan isu bagi orang kaya kita selanjutnya, Yoo Rachel (Kim Ji Won), pewaris RS International. Protes pada sang ibu yang akan menikah lagi meski tak begitu lama bercerai. Sang ibu tetap memaksa untuk bertemu calon ayah barunya. Yang kebetulan (bukan kebetulan juga sih), adalah ayah dari pemuda bully kita, Young Do. Kedua orang tua itu berbincang santai sementara kedua anak tak begitu menikmati.




Young Do tiba-tiba berkomentar, "adikku (Rachel) benar-benar tipeku", yang berbuah tamparan dari sang ayah. Ia keluar ruangan makan siang itu. Disusul Rachel yg juga tak setuju dengan pernikahan itu. Ternyata Young Do tak begitu menentang kawinnya sang ayah. Toh ibu Rachel adalah pemegang saham yg cukup besar di Jeguk Group (perusahaan milik keluarga Tan, dan Tan adalah tunangan Rachel), kalau mereka menikah, jatuh ke siapa semua saham itu? Well, he got the point?



Eun Sang mengepak barangnya, dan menyiapkan notebook yang cukup banyak untuk stok sang ibu. Ia temukan notebook yg sudah terpakai dengan kalimat yang membuatnya menangis di keheningan, "Maaf, madam", "Jangan marah, madam." Eun Sang menulis sesuatu di notebook ibu: "Maaf, ibu. Aku akan menghasilkan uang dan kuberikan padamu. Tunggu sebentar lagi"

Sementara Rachel juga merencanakan pergi ke Cali untuk menemui Tan.

Kembali ke Tan, yang acuhkan telepon dari Rachel sementara bernarasi dalam hati, bahwa awalnya pengasingan ini akan ia jadikan bentuk pemberontakan terhadap sang kakak. Namun berakhir dimana ia justru menikmati kehidupan baru & tak pikirkan apa-apa.

Tan memberitahu temannya yang super lebay bahwa hari ini adalah hari jadi pertunangannya. Teman bule lebay itu menyahut, "kau membuatnya seakan tak ada yg bagus tentang itu," Tan membantah, "Tidak, aku selalu menganggap ini bagus."

Eun Sang tiba di LAX dengan gugup, mengecek catatan yang ada di tangannya. Dimana ia bertemu Rachel yang sedang menjawab telepon dengan bahasa Korea. Rachel bohong tentang dirinya dijemput Tan & dipuji semakin cantik. Eun Sang tersenyum sendiri mendengarnya.



Rachel berpikir bahwa senyuman itu cemoohan. Eun Sang minta maaf (setelah pura-pura jadi orang Jepang), bukannya mencemooh, dia hanya simpati karena tak hanya dia yang bernasib sama (sendirian di negeri orang). Rachel makin dongkol.

Eun Sang tiba di alamat kakaknya. Ia agak heran melihat lingkungan yang jauh dari bayangannya. Dua orang mempersilahkannya masuk setelah sedikit mengerti dari nama Eun Sang. Ia bertanya dimana sang kakak. Orang itu tertawa mendengar tentang pernikahan dan menjawab sang kakak tidak sekolah disini. Eun Sang bertanya keberadaan sang kakak.

Tan menolak ajakan pesta dari temannya dan lebih memilih duduk di kafe langganan (tempat kerja kakak Eun Sang) dan menghadap jurnal. Menulis tentang tulisan yang membuatnya berpikir gagasan kakaknya memberitahu untuk tak usah berpikir apa-apa *puyeng*

Di Jeguk Group, Won dapat kabar tak mengenakkan bahwa penjualan di shopping mall menurun dari yang diperkirakan.

Kembali ke pantai, Tan melihat Eun Sang dengan menyeret kopernya seperti orang kesasar. Eun Sang kemudian menemukan sang kakak di dalam kafe sedang menerima tips dari pelanggan.

Tan melihat kemarahan Eun Sang saat melihat unnie dirayu pelanggan lain. Tan menatap Eun Sang lekat-lekat, hingga akhirnya unnie juga menyadari kehadiran Eun Sang di luar kafe.

Kedua kakak adik itu berhadap-hadapan. Eun Sang menyudutkan unnie dengan cerita bohongnya selama ini tentang sekolah yang bagus dan tunangan yang keren. Unnie malu namun segera meraih koper sang adik mencari uang.



Eun Sang berteriak bahwa unnie-lah harapan terakhirnya di dunia, ia bertahan dan menunggu dengan ibu kepulangannya. Unnie minta maaf namun tetap meminta uang. Eun Sang tak mau memberikan uang itu, hasil jerih payah ibu. Unnie malah menyuruhnya pulang, mengambil uangnya dan berlari pergi. Eun Sang ditinggal sendirian menangis dengan koper yang isinya berceceran. Tan melihatnya simpatik.

Teman bule lebay muncul dan mengajak Tan sekali lagi ke party. Ia kemudian menyadari keberadaan Eun Sang dan berlari kearahnya. Menyebut Eun Sang 'A fallen angel' dan merebut sebuah tas plastik dan berlari pergi. Reaksi Eun Sang ditengah sesengguknya, "Apa aku sedang dirampok?"



Eun Sang mengejar bule yang berlari kegirangan dan akhirnya menabrak net voli. Eun Sang coba merampas tas plastik miliknya, yang berisi bubuk gandum dari ibu untuk unnie. Bungkus plastik itu terbuka dan bubuknya bertebaran. Bule itu sempat menghirup sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri. Ha. Bulenya pikir itu semacam narkoba.




Ternyata bule lebay itu alergi dengan gandum. Tan yang berada di ER bertanya pada Eun Sang apa tujuannya membawa-bawa serbuk itu? Eun Sang  marah, dia yang dirampok kok.

Tan yg merasa risih pergi, meninggalkan Eun Sang yang dihadang oleh polisis. Menanyai seorang gadis yg tak begitu tahu Bahasa Inggris, dimana dia tinggal, apakah bubuk itu narkoba, apa dia masih dibawah umur, apa dia imigran ilegal?



Tan saves the day. Ia merangkul Eun Sang dan bilang pada polisi bahwa gadis itu pacarnya. Polisi justru makin curiga jika ini ada kaitannya dengan Tan. Polisi itu memutuskan untuk menahan passpor Eun Sang.

Tentu Eun Sang tak punya tempat untuk tinggal dan tak punya ponsel. Ia berencana untuk menelpon unnie namun menurut Tan itu bukan ide bagus. Eun Sang meminta tumpangan dan ponsel untuk dipinjam, ia akan bayar semuanya nanti. "Kamu kaya?" tanya Tan. Eun Sang menjawab "aku hanya takut kamu akan pergi."



Tan mengantarnya ke rumah unnie dan menunggu sementara Eun Sang tak mendapat respon dari pemilik rumah. Eun Sang bersedia menunggu hingga  unnie datang. Tan sebut Eun Sang sangat naif. Oke, terserah, lalu ia pergi.

Eun Sang menunggu di tangga depan rumah saat diganggu segerombolan pemuda. Ia akhirnya beranjak, dan berjalan dengan gugup.... dan mobil Tan muncul lagi. Ay.

"Ingin pergi kerumahku?" tanya Tan.



Komentar:

Cukup puyeng juga dengan banyaknya karakter di serial ini. Dan dipastikan episode berikutnya masih akan ada beberapa tokoh yang akan muncul. Karena aku rekap serial ini disaat serial aslinya sudah airing lebih dari setengahnya, yang lain pasti sudah mengeti korelasi antara satu karakter dan lain. Kendati tentu masih banyak misteri yang harus dinantikan.

Pada awalnya aku langsung suka dengan karakter Eun Sang, dia bisa defense diri sendiri dan bukan seorang yang lemah meski dia adalah 'pewaris' kemiskinan. Tapi waktu dia down mengetahui kenyataan sang kakak hidup jauh dari angan-angannya, aku agak ragu. Tapi karena masih episode 1, semua bisa terjadi. Dan hey, manusia yang sedang di negeri orang berhak penuh untuk merasa waspada dan bahkan gugup. Semua orang pasti begitu. Apalagi seseorang yang tak menguasai bahasa seperti Eun Sang.

Seperti biasa, karakter Lee Min Ho sebagai Tan disini yang cool sudah cukup bikin drama ini memiliki banyak penonton. Aku pribadi suka dengan aktingnya yang kian tahun kian keren. Gimana dia memposisikan diri sebagai anak terbuang yang tak begitu dibuang (look at his house!).

Namun alangkah baiknya jika kita tak begitu berlarut-larut di negeri orang dan segera kembali ke negeri ginseng. Meski aku masih yakin akan banyak perkembangan tersendiri di California, mengingat mereka sedang liburan musim panas.

Over all, episode 1 sudah cukup lumayan untuk dinantikan episode 2 dan seterusnya. Dan mari kita coba untuk tetap ingat bahwa ini serial remaja, semua karakter muda disini masih SMA dan tak lebih dari 18 tahun. Let's stick to that if the characters goes a little lebay. Hehe.