Saturday, November 10, 2012

Berkenalan Dengan Karakter di Beauty And The Beast Series



Here are a glimpse preview of our characters in Beauty and The Beast. Sementara aku jarang banget terpesona dengan main lead, entah yang cowok atau cewek, aku selalu terkesan dengan pemeran pembantu suatu drama. Mereka punya daya tarik tersendiri untuk menghidupkan cerita bahkan karakter dari pemeran utama itu sendiri.

Detective Catherine Chandler, our leading lady.

Dari luar detektif ini terlihat kecil dan kurus. Tapi tak mungkin ia begitu saja bergabung di kepolisian jika tanpa intelegensi dan penguasaan martial arts. Pria gede pun kewalahan menghadapi si cantik Cat. Obsesinya yang tak surut untuk mencari kebenaran di balik misteri kematian sang ibu tak membuat patah semangat mengetahui kalau ibunya terlibat dalam penelitian rahasia dengan pihak pemerintah. Namun ketekunannya itu cukup membuat orang-orang di sekitarnya kerepotan. Apalagi sekarang ia berteman dengan Vincent, once-a-human doctor yang secara paksa diubah menjadi monster oleh pemerintah. Dan keberadaanya kini terancam. Cat ingin sekali mengetahu keterlibatan ibunya, bahkan siapa pembunuhnya, namun di lain pihak ia juga tak ingin mengorbankan Vincent yang telah baik hati selalu membantu. Aku selalu suka waktu dia mau menangkap kriminal, "NYPD!!"

Vincent Keller, The Beast.

Riwayatnya di kepolisian adalah ia sudah mati 9 tahun lalu. Seorang dokter (now ex) yang dikirim ke negara konflik menjadi tentara sukarelawan perang. Motivasinya adalah orang terdekatnya yang menjadi korban 9/11. Bukannya menjadi tentara biasa, pemerintah menjadikannya korban eksperimen rahasia. DNA nya disilang. Sebelum dikirim ke medan perang ia diinjeksi dengan sebuah cairan yang membuatnya menjadi lebih kuat dari manusia biasa. Namun efek dari injeksi itu justru menguasai tubuhnya, jika sedang tak bisa dikontrol ia bisa menjadi monster buas tak pandang bulu siapa yang ia serang. Merasa penelitian itu sebuah kegagalan, pemerintah mendapat perintah untuk membunuh semua tentara yang terinjeksi. Namun Vincent salah satu yang bisa meloloskan diri. Kembali ke Amerika, mengisolasi diri dari dunia luar agar keberadaannya tetap tak diketahui. For someone so called beast, he is not at all. Vincent tampan, seksi, hot hahahah. Memang sih, saat ia tak bisa mengendalikan emosi, di tak jauh beda dengan sesosok monster. Bersembunyi nyatanya membuat Vincent gerah juga untuk melihat dunia luar. He end up helping Cat solve her cases. Hubungan antara Cat dan Vincent sebenarnya sangat cute, kalau saja masing-masing punya 'pendirian teguh'. Kadang salah satu ingin melindungi tapi tak mau ditemui, kadang salah satu tak mau menyakiti tapi masih menampakkan diri. Bikin geregetan juga, tapi mungkin itu karena mereka merasa punya misi yang sama. Pada akhirnya, mereka harus berjuang berdua.

JT, teman Vincent yang selama ini menyembunyikannya dari dunia luar.

Ia seorang pengajar universitas di NY. Selama 9 tahun ini ia protektif sekali menjaga Vincent. Bukan seperti seorang pacar, tetapi seorang sahabat setia. Kehadiran Cat membuatnya senewen, ia tak membenci wanita itu. Tapi kenyataan ia seorang polisi yang mengenal Vincent dan keterlibatan dirinya, ibunya dengan eksperimen terhadap Vincent mau tak mau membuat ia waspada. Bahkan hampir benci tiap kali Cat mengunjungi Vincent. He's just a faithful fellow watching for his master. Ia tak mau Vincent sampai dibawa orang-orang Muirfield (nama penelitian rahasia itu). Vincent pasti akan mati. Seperti teman-teman tentara Vincent yang mendahuluinya.

Detective Vargas, partner kerja Cat.

Wanita Afro-Amrik sahabat sekaligus partner Cat dalam mencari kriminal di homicide department. Ia suka kencan, selalu menduga Cat punya hubungan khusus dengan dokter forensik. Ia tahu sahabatnya selama ini mencari kebenaran kasus kematian sang ibu. Tetapi akhir-akhir ini terlalu banyak rahasia yang dipendam Cat yang tak ia ketahui. Meworo-woro pertemanan dengan seorang monster bukanlah ide yang baik. Mungkin Cat tak mau melibatkan temannya lebih jauh.

Evan, Coroner

Gak ada yang lebih seksi dari seorang British dan aksen khasnya ngoceh tentang istilah kedokteran diantara polisi-polisi beraksen Amerika. I love the coroner. He's a smart gorgeous guy haha. Aku lebih milih dokter aja deh. Tapi beda dengan Cat, detektif itu selalu menolak ajakan makan malam sang dokter. Poor guy. Bukan menjadikannya seorang pria yang mendendam karena sering ditolak, ia malah tak pantang menyerah dan selalu siap sedia membantu Cat dalam mengidentifikasi korban/mayat.

So far, drama ini cukup layak ditonton. Jangan berharap ada adengan action berlebih karena sejak awal genrenya bukan drama thriller atau semacamnya. Pasti ada sedikit perkelahian dan tembak sana sini. But the point is, bagaimana Cat membangun hubungannya dengan seorang yang keberadaanya tak diketahui oleh dunia (sedikit, mungkin), membantu meyakinkan sang Beast bahwa ia tak sepenuhnya monster (bahkan sebelumnya Vincent adalah dokter yang selalu menolong nyawa manusia), bagaimana Vincent melawan jiwa monter yang ada didalamnya, melindungi Cat. Dan kasus per episode yang dihadirkan juga cukup seru. Aku menilainya 4 dari 5.

It airs every Thursday Night on The CW

0 comments:

Post a Comment

Apa pendapatmu tentang post ini?